Surat Cinta Untuk Bunda

Author: myworld Label::

Hari ini kembali berlalu, berputar se0lah tak tau apakah jiwa jiwa yang melalui waktu itu enggan meninggalkan hari ini. Tapi sayangnya jiwa jiwa itu hanya bisa pasrah, tanpa bisa menentang. Begitu juga dengan se0rang wanita mulia, yang diamanakah menjadi se0rang ibu.

Hari ini, anaknya kmbli berulang tahun, umur anak_y terus bertambah. Terbesit kegalauan dihati sang ibu, 'bisakah nanti ia menyaksikan sibuah hati dgn senyum mengembang, saat sianak berhasil meraih mimpi? Lalu, bisakah si ibu melihat anaknya bersanding dgn belahan jiwanya yang tlah ditulis Tuhan saat buah hatinya itu berada didalam rahimnya dlu?
Karena nyatanya waktu memang tak mau tau. Waktu terus saja berlalu cepat. Entah apa yang ia tuju hingga harus buru buru.

Kini, si ibu telah semakin renta. Waktu_y terus menyempit hingga ia tak mampu lagi mengakumulasi berapa lama ia akan bisa bersama dgn sang matahari kcil_y.
Hingga suatu hari, ia menemukan secarik kertas usang.
Ternyta itu adalah surat sianak.
Surat yang tlah lama tersmpan dilemari.
Surat itu berjudul,

SURAT CINTA UNTUK BUNDA.

' Teruntuk bundaku. . .
Wanita perkasa yang pernah aq kenal.
Tak tau harus ku mulai dari mana,
ku tak bisa merangkai kata indah.
Karena seindah apapun kata itu aku tuliskan,
tak akan sebanding dengan indahnya cinta yang kau curahkan untukku, anakmu. . .

Teruntuk wanita separuh duniaku.
Jelaskan padaku, bagaimana cara agarku mampu membalas semua.
Semua cinta, kasih sayang, serta peng0rbanan yang kau berikan untukku,
bahkan disaat jiwa ini belum mampu mengenal semesta.

Aku mungkin tak sama dgn yang lain.
Dimana saat mereka pulang sekolah, kan ada ayah dan bundanya yang senantiasa memeluk mereka.
Tapi aku, cukup dengan kehadiranmu,
mampu membuat aku bahagia.
Mungkin aku tak seberuntung mereka, saat masih samar ingatanku akan s0s0k se0rang pria, yang dulu tiap saat ku panggil 'ayah', namun kini harus memenuhi panggilan Tuhan yang memintanya kembali pulang.
Tapi ya sudahlah. . .
Tuhan pasti memiliki rencanya, dan aku bersyukur masih memilikimu, Bundaku. . .

Bunda,
ku tak pernah tau kapan kau menangis,
tapi harapku,
bersandarlah dipundakku nanti,
jika kau tak sanggup lagi memikul penat dari tuntutan dunia ini.

Bunda,
jika suatu hari nanti kau pergi,
beri aku cara biar aku bisa meng0bati rindu.
Jadi, biarkan kini aku disisimu selalu,
akan aku lakukan apapun yang bisa aku lakukan selama aku mampu,
sebelum waktu menyeret aku atau dirimu tuk kembali. . '.
***

Air mata menetes membasahi pipi si ibu,
tangis haru terakhir darinya.
Sebelum Tuhan mengirim malaikat, tuk menjemputnya pulang.
Tapi si ibu bahagia, walau ia tak dapat melihat buah hatinya dewasa,
tapi surat Cinta untuk dirinya ini mampu membuat ia pulang dengan tenang. . . . . .

0 komentar |

Posting Komentar

Another Templates

Followers

Mengenai Saya

Foto saya
I'm a sanguine, still a pers0n that l0ves refreshing, i i'm fanatic ab0ut K0rea. S0 a taciturn girl. Pe0ple 0ften call me an arr0gant even f0r sure. I'm n0t. Even s0, i'am an easy laugh pers0n.
banner 1 banner 2